casino

Konstitusi meminta undang-undang tentang panel jajak pendapat, tetapi tidak ada yang dilakukan dalam 72 tahun

Bench mengatakan akan membuat sistem penunjukan orang terbaik sebagai CEC, kenang Advani menyerukan sistem seperti kolegium

NEW DELHI: Mahkamah Agung pada hari Selasa mengatakan Konstitusi telah memberikan kekuatan yang sangat besar pada “bahu rapuh” dari ketua komisi pemilihan dan dua komisioner pemilihan dan menginginkan CEC dengan karakter yang kuat seperti mendiang TN Seshan.

Seshan adalah mantan sekretaris kabinet pemerintah Uni dan diangkat sebagai komisioner pemilu (EC) pada 12 Desember 1990 dengan masa jabatan hingga 11 Desember 1996. Ia menyelesaikan masa jabatan enam tahunnya dan meninggal pada 10 November 2019.

Majelis Konstitusi yang beranggotakan lima hakim, yang diketuai oleh Hakim KM Joseph, mengatakan upayanya adalah untuk menerapkan sistem sehingga “orang terbaik” dipilih sebagai KPK.

“Sudah banyak CEC dan TN Seshan terjadi sesekali. Kami tidak ingin ada yang melibas dia. Kekuatan besar telah diberikan pada bahu rapuh tiga orang (dua EC dan CEC). Kita harus menemukan orang terbaik untuk jabatan CEC. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menemukan orang terbaik itu dan bagaimana menunjuk orang terbaik itu,” kata hakim yang juga terdiri dari hakim Ajay Rastogi, Aniruddha Bose, Hrishikesh Roy dan CT Ravikumar.

Ia mengatakan kepada Jaksa Agung R Venkataramani, yang muncul dalam masalah tersebut atas nama Pusat, “Yang penting kami menempatkan prosedur yang cukup baik sehingga selain kompetensi, seseorang yang berkarakter kuat ditunjuk sebagai CEC.”

Venkataramani mengatakan tidak ada yang keberatan dan dalam pandangannya, bahkan pemerintah tidak akan menentang penunjukan orang terbaik, tetapi pertanyaannya adalah bagaimana itu bisa dilakukan.

“Tidak ada kekosongan dalam konstitusi. Komisaris pemilihan saat ini diangkat oleh presiden atas bantuan dan saran dari dewan menteri. Ketika tidak ada pemberlakuan, keputusan Vineet Narain dan Vishaka (yang menetapkan pedoman untuk menangani pelecehan seksual di tempat kerja) terjadi tetapi dalam kasus ini, tidak ada kekosongan seperti itu, ”katanya, menambahkan bahwa pengadilan harus melihat pada masalah dari perspektif ini.

Bangku itu mengatakan sejak 1990, suara-suara telah diangkat dari berbagai kalangan dan sekali, pemimpin veteran Partai Bharatiya Janata (BJP) LK Advani telah menulis untuk sistem mirip perguruan tinggi untuk badan-badan konstitusional, termasuk komisioner pemilihan.

“Demokrasi adalah struktur dasar Konstitusi. Tidak ada perdebatan untuk itu. Kami juga tidak bisa menyuruh Parlemen untuk melakukan sesuatu dan kami tidak akan melakukannya. Kami hanya ingin melakukan sesuatu terhadap isu yang telah diangkat sejak tahun 1990. Situasi di lapangan memprihatinkan. Kami tahu bahwa akan ada tentangan dari partai yang berkuasa untuk tidak mengizinkan kami melewati sistem saat ini,” kata hakim.

Ia menambahkan bahwa pengadilan tidak dapat mengatakan tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apa-apa dan perlu ada sistem yang berbeda dari struktur penunjukan EC dan CEC saat ini.

Mahkamah Agung juga menyebut eksploitasi “keheningan Konstitusi” dan tidak adanya undang-undang yang mengatur penunjukan EC dan CEC sebagai “tren yang mengganggu”.

Pengadilan menandai Pasal 324 Konstitusi, yang berbicara tentang penunjukan komisioner pemilu, dan mengatakan tidak mengatur prosedur penunjukan tersebut. Selain itu, pasal tersebut telah mempertimbangkan pemberlakuan undang-undang oleh Parlemen dalam hal ini, yang belum dilakukan dalam 72 tahun terakhir, yang mengarah pada eksploitasi oleh Pusat, katanya.

Pengadilan menunjukkan bahwa sejak 2004, tidak ada CEC yang menyelesaikan masa jabatan enam tahun dan selama 10 tahun pemerintahan UPA, ada enam CEC dan dalam delapan tahun pemerintahan NDA, ada delapan CEC.

Pada tanggal 17 November, Pusat dengan keras menentang sejumlah permohonan yang mencari sistem seperti kolegium untuk pemilihan CEC dan EC, berpendapat bahwa upaya semacam itu akan berarti mengubah Konstitusi.

Pada tanggal 23 Oktober 2018, mahkamah agung telah merujuk PIL yang mencari sistem seperti kolegium untuk pemilihan CEC dan EC ke bangku Konstitusi lima hakim untuk ajudikasi otoritatif.

akhir dari

Butuh kamu memahami terkecuali result pengeluaran sgp terkini sanggup kami tuturkan asi ataupun sah andaikata sudah sesuai dengan singaporepools. com. sg. Memperoleh no pengeluaran singapore yang sah serta asi ialah suatu keharusan. Tetapi di sisi itu kami tentu saja https://punkassblog.com/datos-sdy-sidney-togel-salida-sdy-gastos-de-sdy-hoy/ sanggup meraih hasil pengeluaran sgp prize secepatnya. Tadinya kami cuma bisa mendapatknya di web sah singapore pools. Serta sayangnya kala ini situs itu udah tidak bisa kami akses lagi karena punya konten judi. Tetapi anda tidak butuh takut lagi, sebab hasil pengeluaran Toto SGP hari ini 2022 live tercepat di bumi sanggup anda bisa melalui https: atau atau www. altaif. org atau bersama dengan langkah bebas.

Di mana web kita sudah disempurnakan bersama dengan laman yang responsive, jadi wujud hendak tetap https://panoramaroc.com/datos-de-sgp-togel-de-singapur-salida-de-sgp-emision-de-sgp-sgp-hoy/ serta menawan meski kita membuka dari hp. Tidak hanya itu para bettor pula tidak perlu Mengenakan virtual pricate jaringan( vpn) membuat bisa mengunjungi information pengeluaran sgp prize kita. Kita pula udah memenuhi web site ini dengan amp( accelerated mobile page), alhasil penggunaan knowledge internet anda hendak lebih irit serta loading page pula hendak lebih kilat. Hingga dari https://radioshahrvand.com/el-proveedor-de-informacion-de-datos-numericos-de-togel-en-linea-mas-completo/ kamu yang tengah bimbang di dalam memperoleh nilai pengeluaran sgp tercepat, laman kita merupakan balasan yang tepat membuat kamu.