Menghambat pengukuran kuantum — ScienceDaily
Strange & Offbeat

Menghambat pengukuran kuantum — ScienceDaily

Dunia kuantum dan dunia kita sehari-hari adalah tempat yang sangat berbeda. Dalam publikasi yang muncul sebagai “Saran Editor” di Tinjauan Fisik A minggu ini, fisikawan UVA Jasper van Wezel dan Lotte Mertens dan rekan mereka menyelidiki bagaimana tindakan mengukur partikel kuantum mengubahnya menjadi objek sehari-hari.

Mekanika kuantum adalah teori yang menjelaskan objek terkecil di dunia di sekitar kita, mulai dari penyusun atom tunggal hingga partikel debu kecil. Alam mikroskopis ini berperilaku sangat berbeda dari pengalaman kita sehari-hari — terlepas dari kenyataan bahwa semua objek di dunia skala manusia kita terbuat dari partikel kuantum itu sendiri. Ini mengarah pada pertanyaan fisik yang menarik: mengapa dunia kuantum dan dunia makroskopik begitu berbeda, di mana garis pemisah di antara keduanya, dan apa yang sebenarnya terjadi di sana?

Masalah pengukuran

Satu area tertentu di mana perbedaan antara kuantum dan klasik menjadi penting adalah ketika kita menggunakan objek sehari-hari untuk mengukur sistem kuantum. Pembagian antara kuantum dan dunia sehari-hari kemudian sama dengan menanyakan seberapa ‘besar’ perangkat pengukuran untuk dapat menunjukkan sifat kuantum menggunakan tampilan di dunia kita sehari-hari. Mencari tahu detail pengukuran, seperti berapa banyak partikel kuantum yang diperlukan untuk membuat perangkat pengukuran, disebut masalah pengukuran kuantum.

Saat eksperimen yang menyelidiki dunia mekanika kuantum menjadi semakin maju dan melibatkan objek kuantum yang semakin besar, garis tak kasat mata di mana perilaku kuantum murni menyeberang ke hasil pengukuran klasik dengan cepat didekati. Dalam sebuah artikel yang disorot sebagai “Saran Editor” di Tinjauan Fisik A minggu ini, fisikawan UVA Jasper van Wezel dan Lotte Mertens dan rekan mereka mengambil stok model saat ini yang mencoba memecahkan masalah pengukuran, dan khususnya yang melakukannya dengan mengusulkan sedikit modifikasi pada satu persamaan yang mengatur semua perilaku kuantum: persamaan Schrödinger.

Aturan lahir

Para peneliti menunjukkan bahwa amandemen tersebut pada prinsipnya dapat mengarah pada proposal yang konsisten untuk memecahkan masalah pengukuran. Namun, ternyata sulit untuk membuat model yang memuaskan Aturan lahir, yang memberitahu kita bagaimana menggunakan persamaan Schrödinger untuk memprediksi hasil pengukuran. Para peneliti menunjukkan bahwa hanya model dengan kompleksitas matematis yang cukup (dalam istilah teknis: model yang non-linier dan non-kesatuan) dapat memunculkan aturan Born dan karena itu memiliki peluang untuk memecahkan masalah pengukuran dan mengajari kita tentang persilangan yang sulit dipahami antara fisika kuantum dan dunia sehari-hari.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Amsterdam. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

Posted By : togel hari ini hongkong yang keluar 2021